Friday, 9 November 2018

Unity In Diversity

Kisah yang tak pernah aku rencanakan, perjalanan yang tak pernah aku pikirkan sebelumnya, angan dan harapanku memang sudah ku singkirkan jauh-jauh dari egoisme kehidupanku. Pasrah dan selalu mendekatkan diri kepadaMu itulah sebuah jalan yang ku tempuh, seterjal apapun jalan yang ku tempuh asalkan engkau selalu senyum padaku aku mampu.


Mencitaimu merupakan anugerah terindah dalam hidupku, meski seakan-akan kisah ini akan terulang kembali di masa laluku, tapi aku yakin jalan yang engkau tentukan untukku, akan memiliki arti. Belajar dan belajar dari kehidupan itulah sebuah tirakat hidupku, aku tak mampu menjadi siapapun dan tak mampu merasakan apapun kecuali diriku sendiri

Senja yang menantiku, kini cerita demi cerita ku coretkan dalam lembaran-lembaran kertas putih, bukan untuk siapa namun untukmu yang mengisi ruang rinduku. waktu yang engkau berikan kepadaku kurasakan dengan penuh perasaan dan keseimbangan. Lelahpun tak terasa ketika selalu ingat akan senyumanmu, senyuman obat beribu-ribu kegelisahan dan kegundahan hati. Rasa sayang memang sangatlah indah, seakan-akan membawaku menari-nari diatas awan dengan melihat pemandangan indahnya langit biru yang di hiasi sucinya awan.

Kepastian merupakan sebuah ketiadaaan akan jasadku, tapi cintaku kan selalu abadi dan tak pernah hilang termakan ruang dan waktu, waktu boleh semu akan tetapi moment  yang berkualitas akan tetap tercipta bersama orang yang tepat dan layak untuk di kenang di kemudian hari.   

Ketakutan memang ada tapi aku yakin denganmu yang selalu menguatkanku, dalam kondisi apapun, susah maupun senang itu sudah menjadi kodrat kehidupan, yang harus selalu ku syukuri, tekadang hal yang kebetulan lebih baik dari seribu perencanaan, karena hakekatnya dirimu tak memiliki hak akan diriku kecuali hak pakai, dan berusaha untuk menjaga dan merawatnya, biarkan rasa cinta ini tumbuh dan berkembang sesuai dengan nalurinya, naluri untuk menjaga melindungi dan merawatnya. "the true love never and ever ending, exception with happy ending"

Tuesday, 3 April 2018

Hearing Better Than Talk

Hearing better than talk




Benar salah bukanlah hak kita untuk menghakimi dengan apa yang terjadi pada kehidupan kita, tak ada satupun yang perlu di perdebatkan dalam hidup ini, jika kita mau menyadari bahwa semua hal yang terjadi ini adalah bagian dari apa yang kita pikirkan dalam alam bawah sadar kita, entah itu menurutmu kebahagia atau penderitaan, mari kita cari kebaikannya atas semua yang terjadi dalam hidup ini.
Tak banyak yang kita ketahui tentang alam semesta ini, disini kita terlahir untuk mencari dan mempelajari apa sebenarnya tujuan kita hidup di dunia, meski tiap manusia tak kan sama tujuannya, yang kita cari bukan perbedaan di antara kita melaikan kebaikan semuanya, alam akan menjadi saksi dan menjadi hakim atas tingkahlaku kita, jangan pernah berfikir bahwa alam adalah benda mati, mereka memiliki kehidupannya sendiri dan jangan pernah mengusik akan kelestarian alam yang sesunngungnya maha dasyat akan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa dengan segala kelebihan dan Maha mengetahui atas semua hal yang akan terjadi maupun yang telah terjadi.
Dunia bagian dari akhirat, menurutku benar adanya, jadi sebisa mungkin kita melakuakan apapun di dunia untuk me-rohanikan semua aspek kehidupan ini, agar kitat tidak gampang heran dengan apa yang kamu lihat, dan yang akan kamu alami. Mendengar lebih banyak itu lebih baik tinimbang bicara kesana-kemar tapi tak pernah menemui titik pusatnya, sebaik-baiknya kita ialah yang mampu mendengarkan lebih banyak.

Saturday, 31 December 2016

the last day, december 16 th

       Bukan siapa-siapa, bukan karena apa-apa dan bukan pula aku ini siapa
entahlah dan entahlah, bukan ingin untuk menjadi bahagia atau menginginkan sesuatu apapun itu, bukan karena ada siapa atau karena siapa aku disini. Hakikat perjalanan hidupku bukan untuk menginginkan apapun, dan bukan untuk siapapun, melainkan karena aku hidup untuk mejalani perjanjian kesepakatanku dengan sang Maha (Pemilik akan diriku). Menjadi manusia bukankah merupakan sebuah pilihan untuk aku hidup, mungkin karena aku saja yang tidak bisa memahami sejauh itu, untuk melihat yang ada didepanku saja masih sama-samar apa lagi aku melihat yang di jauh belakang maupun yang jauh didepan aku tak sekuat itu dan aku tak sepandai itu. (Izinkan aku mejalani kebodohanku).

     Kesendirian membuatku banyak berfikir dan merasakan akan betapa indahnya hidup ini, seolah-olah inilah aku, manusia dengan penuh keegoisan. yang tak mampu untuk  memahami akan nyanyian alam yang terdengar di sekitarku. Aku bukan orang baik yang bisa mebahagiankan keluarga, orang terdekat bangsa dan negara, membuat aku tidak mengeluh itu saja beratnya minta ampun. Karena aku mengannggap tidak mengeluh akan apapun yang aku alami itu adalah sebuah kehormatan. Kemarin adalah mimpi panjangku, hari ini adalah bangunku dari mimpi panjang, esok hari adalah tidurku, begitulah sirkulasi hidup yang aku jalani, berjalan dengan rutin. Keistimewaan bukan datang di waktu tertentu melainkan bagiku keistimewaan selalu hadir di tiap hembusan nafasku bahkan mungkin selepasnya ku tak menghembuskan nafas, karena apapun yang aku alami itu adalah keistimewaan. Jika pemikiranku banyak yang tidak wajar untuk kalangan seusiaku memang wajar karena aku memang tak wajar dan aku menikmati ketidak wajaranku akan semua ini. (Tuhan Terimalah aku dengan Kesesatanku).

     Bukankah angin yang berhembus, matahari yang bersinar, bulan yang terang benderang di waktu malamnya, itu merupakan pola alam untuk menujukkan kemesraannya. Adaikan aku bisa memahami bahasanya, itu akan semakin mesra dan nikmat. (Izinkan aku memahami bahasamu).

 
   

Sunday, 21 August 2016

Final Exam New Concept

  




Hari ini, Juma't 13 mei 2016 merupakan, final exam new concept. by the way, remember new concept aku tak ingat apapun dari semua chapter, mulai chapter one until fifteen kecuali chapter two, yaitu breakfast or lunch. sedangkan untuk ujiannya adalah mengambil nomor chapter waktu giliran saya mengambil nomor chapter, aku mendapatkan chapter nine, yang ku ingat just title yaitu "A Could Wellcome" dan isi contentnya tak aku ingat sama sekali. mungkin ini hasil dari kurang fokusnya aku yang hanya berharap mendapatkan chapter two "Breakfast Or Lunch".
Begitupula dengan Q.W (question word) dari new concept, aku mendapatkan chapter five, yang seharusnya "No wrong Number" dan kenyataan berkata lain, aku mendapatkan dengan jawabanku dengan title "An Acxating Trip" dan semua statement yang aku keluar dari mulutku tak ada satupun yang benar, inilah kenyataan yang harus aku terima, buah hasil dari pemikranku yang lalu. entahlah kedepannya akan seperti apa aku tak tahu, jalan terbaik dari Tuhanlah yang aku inginkan, serta itulah yang akan menjadi perjalanan hidupku selanjutnya. Bukan kayalan inilah kenyataan yang harus kujalani. Sedih!, Menyesal!, pasti ada dalam hatiku, tapi kembali lagi inilah kenyataan.
Bukan mimpi atau khayalan, hidup yang singkat ini merupakan panggung sandiwara, (kata pepatah) dan akulah pemerannya, baik atau buruk aku yang merasakan dan dampaknya aku juga yang merasakannya.
Andaikan…………, andaikan……………, andaikan ……….
Itu tak akan membuatku lebih kuat, terkecuali aku mengalami dan menjalaninya dengan selalu positive thinking. Banyak hal yang harus aku syukuri atas setiap hal yang terjadi pada diriku, bukan tentang dia, mereka, maupun kita, tapi aku.
Hati yang tenang adalah hati yang dapat menerima akan semua keadaan dengan serendah-rendahnya sifat. Dengan itulah hati akan merasakan betapa tidak berdayanya diri ini tanpa kekuata alam semesta. Dapat menerima semua keadaaan dalam kehidupan dan selalu menyukurinya itulah kedamaian hati.   FINAL EXAM NEW CONCEPT”


Chapter Two
It was Sunday, I never get up early on Sundays. 1 sometimes stay in bed until lunch time. Last Sunday I got up very late. I looked out of the window. It was dark outside. ‘what a day !’ I thought. ‘ it’s raining again’ just then, the telephone rang. It was my aunt Lucy. ‘I’ve just arrive by train,’ she said. ‘I’m coming to see you.’
‘But I’m stiil having breakfast,’ I said
What are you doing?’ she asked.
‘I’m having breakfast,’ I repeated
‘Dear me,’ she said. ‘do you always get up so late? It’s one o’clock!’

Friday, 29 November 2013

Ditengah Gelapnya Malam Berselimut Hujan

Malam mulai larut
Akupun terbagun dari ranjang tempat tidurku
Kulihat kotak hitam di sebelah tidurku
Kuambil dan kubuka, terlihat tujuh pesan dari seberang
Pikiranpun mulai berkerja untuk mengerjakan tugas


Dalam kesunyian malam, kudapatkan apa itu ketenangan
Terdengar rintihan hujan jatuh di atap tempatku
Malam yang sunyi dan sejuknya udara menemaniku menulis huruf demi huruf
Kini kuberfikir dan berfikir untuk menyelesaikan tugas buat esok hari.

Suasana malam ini sesuai dengan suasana hatiku saat ini
Pikirku yang banyak akan tugas
Pikiranku yang merindukan wanita indamanku
Dan pikiranku akan pekerjaan

Kumulai merenungkan masalalu hidupku
Kudapati senyuman, kesedihan, penyesalan di raut wajahku
Selimut penyesalan dan kesedihan terlihat sangat mendominasi di raut wajahku
Ketidak percayaan akan diri ini membuatku semakin jauh dari keinginanku

Hujan... yang Engkau turunkan, jadikan kedamaikan hati ini
Kesunyian yang Engkau ciptakan bawaku dalam kedamaian
Larutkan semua kewas-wasanku dalam Kesunyian ini
Biarkanlah langkah-langkahku ini menjadi lebih bermakna
Tak harus memilikinya gantikan dia dengan yang lebih baik
Pertemukan kami dengan jalan yang baik
Jadikan ikatan kami menjadi ikatan yang Engkau restui

Tuhanku..... terangilah jalan hidupku
Jadikan hidupku ini menjadi bermanfaat dan bermakna.



Coretan di Kesunyian Malam


Sunday, 24 November 2013

Bahagia Atau Sedih




hallo kawan, malam semuanya... eh.. pagi kale.. lebih tepat. soalnya jam sudah menunjukkan pukul 00:51
lama tak posting, akhirnya sekarang bisa posting lagi..
masih tetap di curhatan hati hehehe..., kali ini saya akan curhat kepada kawanku sekalian, sekarang bisa kita mulai ya...
ceritanya begini :
sebut saja:
A = kawannya Si I (cewek pastinya hehehe..)
F = kawannya Si A (cewek juga)
M = saya (penjaga warnet)

hari sabtu malam minggu tanggal 23 november 2013 kira-kira jam 21.00 an, WIB pastinya tepat di prajana.net.
F : mas disini bisa print foto, pakai kerta buffalo?
M : printnya bisa mbak, tapi kertas buffalonya yang ndak ada mbak jawab saya, lalu si F tanya ke siA
F : ndak ada kertas buffalonya mbak
A : kertas A4 aja, Feb
F : iya mbak, kemudian si F bilang ke saya, ketas A4 aja mas
M : iya mbak, kertas foto juga ada kok
      si F, mulai bimbang, kemudian tanya ke si A, kertas foto juga ada lho mbak!
A : yaudah kertas foto aja feb
M : masuk aja mbak, ini ada kursi, saya mempersilahkan mbak-mbak tadi masuk ke ruangan untuk duduk.
F : ukuran fotonya 3x4 ya mas
M : iya mbak, di buat berapa kali mbak?
F : satu halaman kertas foto semuanya mas
M : iya mbak, ehh.. ternyata mbak A ini kayaknya teman dekatnya si I, (bicara dalam hati), lalu saya memberanikan diri mencoba untuk bertanya, meski detak jantungku semakin berdetak kencang, (padahal belum tahu tentang namanya si I, waktu itu) mbak, mohon maaf ya, mau tanya, mbak, kuliah disini ya? (kampus sebelah net)
A : iya mas, kenapa mas?
M : mbak temennya mbak yang itu ya... (dengan nada gugup, maklum masih canggung)
A : mbak yang mana mas? yang badannya agak pendek, anaknya manis, badannya agak kecil! (sambil mengira-ngira)
M : bukan mbak, anaknya agak tinggi kok, kalem kataku hehehe...
      lalu mbak A berfikir sambil ngobrol-ngobrol dengan si F
A : ohhh.. si I a mas?, iya mas teman satu kelasnya
M : iya mbak, yang biasanya jalan sama mbak, (rasa gugup masih terlihat di raut wajah saya)
A : iya mas, kenapa emangnya mas?
M : ndak mbak pengen tahu saja hehe.. (padahal sebenarnya si I itu orang yang sudah lama saya perhatikan, tapi mau kenalan tidak berani)
F : hayoo kenapa mas? suka sama mbak I ya hehe.. (dengan nada candanya)
M : hehe... (diriku kelihatan semakin gugup), gini lho mbak, maaf sebelumnya, iya sebenarnya saya sudah lama ingin tahu tentang dia, tapi kelihannya dia sekarang sudah punya cowok
A : hehehe... , iya mas sekarang cowoknya sama anak sini juga (sambil ketawa)
F : haha.... diam-diam memperhatikan mbak I ne'..
A : ntar tak smskan ke I mas..
M : hehehe... jangan mbak, ndak enak, ngeganggu hubungan orang lain, lagian itu sudah berlalu kok, akunya yang tak berani terus terang, padahal saya sudah lama mau tanya ke kamu, tapi tiap ketemu di jalan ndak pernah berani hehe..., mbaknya ndak pernah ngeprint disini ya? (tanyaku dengan nada terpatah-patah)
A : iya mas, soalnya di kostan sudah ada printer, masnya ini aneh hehe..
B : iya mbak, awal aku lihat dia sebenare sudah pengen tau tentang dia..
A : halah mas.... ojok galau tok (candanya)
F : pantesan lagunya galau-galau masnya ini, (lumpuhkan ingatanku by geisha, jodoh pasti bertemu by afgan, cinta datang terlambat by maudy ayunda) hehehe...
M : hehe... iya mbak, "terkadang apa yang kita mau, tidak selalu terwujud" nada menghibur diri sendiri...

lalu terjadi perbincangan panjang lebar, tentang si I, dengan si A dan F, sampai saya tanya daerah asal, fakultas, semester, Fb. kurang lebih 1 jam perbincangan itu berlangsung padahal mbak-mbaknya cuman mau ngeprint 2 lembar kertas foto ukuran A4.

begitulah kurang lebih curhatan hati saya, mudah-mudahan berkenan bagi kawan-kawan blogger sekalian.

dari peristiwa yang saya alami saat ini, saya berfikir, bahwa "tak semua yang kita mau dan yang kita inginkan itu harus kita miliki, terkadang apa yang tidak pernah kita duga dan tidak pernah kita fikirkan itu akan kita alami"
"hidup ini penuh dengan tanda tanya"
umur?
rejeki?
jodoh?
semuanya masih misterius, hanya keyakinan dan keyakinan yang harus kita tanamkan, jalan allah itu akan lebih indah. saya rasa begitu, mungkin ucapan menghibur diri sendiri hehehe...

sekian dulu ya kawan, semoga membawa manfaat buat yang membacanya...
dan mohon maaf apabila tulisan dan kata-kata saya sukar untuk di pahami.

Monday, 13 May 2013

Hidupku Tak Seindah Itu

      Perjalanan hidup ini siapa yang tahu,  (Hanya Tuhan Yang Tahu) itu yang aku rasakan adakalanya kita bahagia adakalanya kita sedih, itu yang aku alami. Disaat aku terbayang dengan rasa bimbang untuk menentukan jalan hidup, di sisi itu aku tak tahu harus bagaimana dan apa yang harus aku lakukan. Berdiam diri dan merenung itu yang bisa kulakukan. Harapan dan bayangan hidupku begitu indah seolah-olah tak ada halangan untuk meraih semua itu, beda dengan kenyataan hidup yang aku alami.



      Terlalu berat untuk memulai dan terlalu gelap untuk menerawang jalan kehidupan ini, Satu tahun perjalanan yang tanpa arah ini aku lalui, banyak hal yang memotivasi aku untuk menata hidup ini lebih baik kedepannya, keluarga, dan adik-adikkulah salah satu motivasi hidupku ini. Perlu banyak perbaikan etika, cara berkomunikasi dan bergaul dengan orang di sekelilingku, yang harus aku perbaiki. Tak ada kata terlambat untuk memulai ini semua, selama Tuhan masih mengizinkan diri ini untuk menghirup udara.

      Kehidupan bagaikan gelombang sinusoida adakalanya di lembah dan adakalanya juga sampai di puncak, bukan itu yang menjadi permasalahan besar di hidup ini. Tetapi tergantung pada diriku bagaimana menyikapinya supaya menjadi bijak, dan bagaimana aku selalu mensyukuriNya, karena di balik semua itu pasti ada hikmahnya dan itulah kehidupan.

      Tak tahu orang berkata apa tentang aku, akupun tak tahu harus berbuat apa, yang tertanam di benakku aku ingin menjadi pribadi lebih baik, tak berfikiran terlalu tinggi, aku yakin semua itukan tercapai suatu saat nanti, kucoba untuk menanamkan kepercayaan diri untuk menjalani kehidupan ini.

Saturday, 23 February 2013

Celoteh Kehidupan

Tak bisa dipungkiri lagi kalau hidup ini adalah sebuah perjalanan yang penuh dengan tanda tanya, perubahan dalam hidup itulah yang terjadi, entah perubahan kehidupan untuk lebih baik ataupun sebaliknya itu tergantung dari dirikita sendiri selaku faktor untamanya.

Selaku faktor utama kita berhak untuk menentukan pilihan hidup kita, karena setiap pilihan pasti ada konsekuensinya, seperti yang aku alami saat ini, entah benar atau salah pilihanku ini, terkadang kita butuh seseorang untuk ada di samping kita, dan terkadang juga kita memerlukan untuk menyendiri.

Menyendiri itulah menurutku yang paling nyaman, dan membuatku tenang saat ini. ketenangan aku dapatkan di nuasa hening, penuh dengan ketenangan dan membuat pikiranku lebih cerah untuk berfikir kedepan. 


Sunday, 17 February 2013

Celotehan Senja




hidup itu ...............
bahagia adalah ............
sukses itu ............
kedamaian adalah ........

seperti pertanyaan waktu SD, akan tetapi semuanya tidak bisa aku jawab di kondisiku saat ini, penyesalan, keraguan, kebimbangan itulah yang ada dibenakku. 

hidup ini menakutkan, benar kah??
aku merasa orang yang tak berguna, apa itu ungkapan kelelahan semangatku dalam menjalani hidup ini.
yang terpikir di benak hanya permasalahan, yang aku mencoba untuk mencari jalan terbaik.

banyak kekurangan yang ada diri ini yang membuatku semakin sulit untuk percaya diri dalam bersosial (apa itu bayangan semu yang akan terus membayangi hidupku??..) 
hidup........... 
hidup...
dan hidup........
untuk apa aku hidup ..??
tanda tanya... membuatku pantang menyerah untuk mencari apa itu hidup
untuk apa ??
bagaimana ??
dan dimana??

biarkanlah sang waktu yang akan menjawabnya.

Tempat : Kost
waktu : 17 Pebruari 2013 17:54 WIB

Friday, 1 February 2013

Disiplin

Tiap hari juma't para mahasiswa teknik elektro UM angkatan 2011 berlomba-lomba untuk datang lebih pagi, bukan karena mau ada pemilihan persiden BEM FT maupun mau ada acara di Fakultas, melainkan ada dosen yang sangat super disiplin tanpa ada toleransi sedikitpun atas keterlambatan mahasiswanya, meski cuman 1 detik, wowww killer :(

Disiplin itu sangat perlu di terapkan, tapi yang kurang saya suka bikin senam jantung kalau pas pak Dosen itu. suasana mencekam dan hening ketika pak dosen lagi emosi tinggi.apalagi kalau ada salah satu mahasiswa yang datang terlambat dan masih mencoba untuk masuk ruangan,pasti ada ceramah pagi.

Wednesday, 30 January 2013

Muhammad Wielyam Divi Arkananta














Wielyam itulah nama panggilannya, yang mempunyai nama lengkap Muhammad Wielyam Divi Arkananta. dia adalah anak ketiga dari pasangan Nur Sholekan dan Sri Wahyuni, yang tak lain Wielyam adalah keponakan saya sendiri. Wielyam lahir pada tanggal 10 januari 2011 di Jepara. kelahiran Wielyam membawa nuansa tersendiri di keluarga kakak saya, yang notabennya anak laki-laki adalah yang di tunggu-tunggu oleh keluarga kakak saya. soalnya anak pertama dan kedua semuanya perempuan. kini usia Wielyam sudah menganjak 2 tahun melangkah, dan kelihatan lucu-lucunya.

Sayapun ikut senang dengan kehadirannya keponakan saya, soalnya di keluarga bapak saya, anaknya semuanya perempuan kecuali saya dan akhirnya cucunya ada yang laki-laki, senangnya lagi dua nama terakhir dari nama Wielyam adalah pemberian dari saya, Divi Arkananta (Seorang yang berjiwa pemberani dan selalu di terangi jalannya) itulah harapan terdalam dari hati, kata pepatah nama adalah Doa'